Tumpukan sampah rumah tangga kembali dikeluhkan masyarakat di kecamatan Sagulung. Kali ini dari masyarakat di kelurahan Seilekop yang merasa risih dengan tumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan Seilekop.

Lokasi TPS yang berada persis di pinggir jalan dan tak jauh dari kawasan galangan kapal ini sangat memprihatinkan sebab, dipenuhi dengan tumpukan sampah rumah tangga. Empat bin kontainer yang disediakan di lokasi TPS, tidak mampu menampung tumpukan sampah yang diangkut dari dalam pemukiman ataupun dibuang secara langsung oleh warga. Sampah berserak hingga ke aspal jalan.

Tumpukan sampah ini tidak saja merusak pemandangan jalan tapi juga mulai mengancam kesehatan warga. Aroma bau busuk, lalat serta ulat menyebar ke lingkungan sekitar. Warga yang melintas harus menutup hidung untuk menghindari aroma yang tak sedap itu.

Ketua RW 13 Seilekop Eti Punawi di lokasi tumpukan sampah menjelaskan, situasi lingkungan yang tak nyaman karena penumpukan sampah ini terjadi sejak malam pergantian tahun kali lalu. Penumpukan terjadi karena volume sampah yang dihasilkan warga selama hari raya Natal dan Tahun Baru sangat banyak serta tidak diimbangi dengan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Terus terang saja, setiap hari saya ke sini cek dan memang masalahnya pengangkutan ke TPA kurang. Sehari paling sekali saja, sementara bin container di sini ada empat dan semuanya dipenuhi dengan tumpukan sampah. Ini jadi masalah serius kalau tidak segera ditangani,” ujarnya.

Senada disampaikan Rozikan, petugas pengangkut sampah dengan becak motor dari pemukiman ke lokasi TPS. Penumpukan terjadi karena pengangkutan oleh truk pengangkut sampah ke TPA tersendat sejak awal tahun. Seharusnya empat sampai lima kali dalam sehari kini hanya sekali sehingga, empat bin container lainnya tetap tak terangkut. “Yang tak angkut ini lama-kelamaan jadi meluber dan seperti ini. Sampah dari perumahan memang sangat banyak, makanya jadwal pengangkutan ke TPA seharusnya ditambah bukannya dikurangi,” kata Rozika.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota Batam, Faisal Novrieco saat dikonfirmasi mengakui adanya penumpukan sampah tersebut. Namu demikian pihaknya lagi berupaya keras untuk segera membereskannya. “Kondisi itu (penumpukan sampah) memang ada. Keterlambatan pengangkutan karena, armada roll Sagulung rusak tiga unit, tapi secepatnya kami upayakan untuk segera diangkut,” ujar Faisal.

 

Foto dan Teks : Dalil Harahap/Batam Pos