Penumpang boat pancung di pelabuhan Sagulung mengeluhkan banyak pancung yang tidak menyediakan alat pengaman salah satunya life jacket saat berlayar. Keluhan ini ditanggapi serius pihak ke polisian Sagulung.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, turung langsung memberikan teguran dan arahan kepada penambang pemilik boat pancung agar selalu menyediakan dan mengenakan life jacket baik kepada penumpang ataupun mereka sendiri.

“Ini merespon keluhan itu tadi. Memang banyak penambang pancung yang tidak memberikan life jaceket kepada penumpang,” ujar Riyanto di pelabuhan Sagulung, Selasa (12/11/2019).

“Bahkan mereka sendiri juga tidak pakai. Hari ini kami turun memintah mereka untuk memperhatikan kelengkapan keselamatan berlayar ini,” kata dia lagi.

Berdasarkan dialog langsung dengan penambang pancung ataupun penumpang, kelalaian tidak mengenakan life jacket saat berlayar tersebut umumnya karena jarak berlayar yang cukup dekat.

Penumpang ataupun penambang sama-sama enggan mengenakan dengan alasan ribet sebab jarak tempuh sangat dekat.

Pulau buluh misalkan hanya memakan waktu sekitar lima menit dari pelabuhan Sagulung.

“Kalau yang jauh baru pakai (life jacket). Tapi kalau dekat kadang nolak penumpang,” ujar Aziz, seorang penambang pancung kepada Polisi dan awak media.

Menanggapi itu Riyanto menegaskan, tidak ada alasan apapun bagi penumpang ataupun penambang untuk tidak mengenakan life jacket.

“Jauh dekat tetap wajib pakai. Ini untuk keselamatan bersama. Kalau tetap tidak mengindahkan, jika terjadi sesuatu penambang yang bertanggungjawab,” kata Riyanto.

 

Teks dan Foto : Dalil Harahap/Batam Pos