Sukses membobol sebuah rumah kosong di wilayah Bengkong, membuat F ketagihan untuk melakukan aksi kejahatan serupa.

Itu karena aksi pembobolan pertama, dia berhasil mengondol uang dan barang berharga senilai Rp 200 juta.

Diapun kembali beraksi di wilayah Sagulung, Sabtu (19/9/2019) lalu. Bersama Sn, kawannya yang masih diburu polisi, pria 39 tahun ini bobol minimarket Victoria Pratama di kaveling lama Sagulung.

Dari minimarket ini keduanya bawa pulang uang tunai dan tiga unit ponsel dengan total nilai sekitar Rp 140 juta.

Apesnya aksi kali kedua ini, dua pelaku ceroboh dengan membawa pulang tiga unit smartphone yang masih aktif tadi.

Polisi yang menerima laporan dari pemilik minimarket melacak keduanya.

Alhasil penyelidikan polisi ini berhasil mengamankan Y, yang membeli ponsel curian dua pelaku tadi.

Dari penangkapan Y ini, polisi kemudian menangkap F di kediamannya di Bengkong.

“Saat ditangkap dia melawan, makanya dilumpuhkan (tembak di bagian kaki),” ujar Kapolsek Sagulung AKP Riyanto, Jumat (1/11/2019).

Sn pelaku lain berhasil kabur karena tahu saat F ditangkap polisi dan sampai saat ini masih diburu.

Dari pengembangan polisi, F dan Sn menggunakan modus membobol atap minimarket saat melakukan aksi terakhir mereka.

Keduanya melakukan aksinya pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka bahkan sempat tidur di dalam minimarket hingga pukul 05.00 WIB sebelum keluar membawa pulang hasil curian mereka.

“Sudah kali kedua ini. Pertama di Bengkong, rumah yang mereka bobol.” jelasnya.

“Hasil curian mereka sekitar Rp 200 juta. Ada laporan ke Polresta Barelang. Makanya kedua pelaku ini jalani dua perkara pencurian dan pemberatan,” tutur Riyanto lagi.

Uang hasil curian tersebut kata Riyanto, sudah habis dipergunakan dua pelaku untuk bayar utang, menebus tunggakan sepeda motor, serta untuk foya-foya.

“Hampir semuanya sudah dipakai. Sisa hanya uang receh dengan total sekitar Rp 400 ribu,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu F dijerat pasal 636 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sementara Y dijerat pasal 480 KUHP sebagai penadah barang curian dengan ancaman empat tahun penjara.

 

Foto dan Teks : Dalil Harahap/Batam Pos