Pegawai Rutan Kelas II A Batam menjalani tes urine yang digelar oleh jajaran BNN Kota Batam.

Karutan Batam, Robinson Perangin-agin, mengatakan, kegiatan itu dilakukan demi meningkatkan kinerja dan memastikan seluruh pegawai Rutan tidak terpapar narkotika dan obat-obat terlarang.

“Ini kita lakukan untuk kebaikan para pegawai Rutan dan lainnya untuk kedepannya,” katanya, Jumat (10/10/2019).

Selain itu kata dia, tes urine yang dilakukan terhadap 101 pegawai Rutan itu juga merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Karya Dhika.

“Tujuannya juga untuk mencegah peredaran narkoba di dalam Rutan. Karena peredaran narkoba itu sangat mempengaruhi sekali dari lingkungan” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh kepada pegawai Rutan dan Lapas sesuai program Kementrian Hukum dan Ham.

Ia berharap semua pegawai Rutan dan Lapas bersih dari narkoba.

“Sebab yang dijaga para pegawai Rutan ini para tahanan narkoba jadi harus bersih dari pemakaian narkoba tersebut,” harapnya.

Sementara, Heri Agus, Kepala Pengamanan Rutan Batam, menyatakan hal yang sama. Kegiatan itu diharapkan bisa memanilisir peredaran narkoba di dalam Rutan.

“Apabila ada pegawai yang kedapatan memakai narkoba, bisa langsung kena sanksi disiplin,” tuturnya.

Dari hasil tes urine terungkap, seluruh petugas dinyatakan negatif.

Kepala BNN Kota Batam, Tumpak Manihuruk, menyebutkan, kegiatan tes urine ini merupakan kebijakan dari pimpinan pusat.

BNN kata dia, selalu siap bersinergi dengan Rutan dan Lapas.

Menurutnya Rutan telah melakukan Pencegahan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Kami selalu siap jika dibutuhkan untuk kegiatan seperti ini, yang namanya bersinergi. Dan beriringan dengan rencana Kemenkumham secara nasional,” jelasnya.

 

Foto : Dalil Harahap/Batam Pos