Kapal dengan label Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang berlabuh di Pelabuhan Domestik Sekupang karam sejak Minggu (6/10/2019) pagi.

Pantauan Batam Pos, Senin (7/10/2019), tampak kapal tersebut diberi pelampung dari drum di berbagai sisi agar kapal tidak tenggelam utuh.

Humas KPLP Batam, Erik, mengatakan, kapal patroli yang saat ini karam di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) merupakan kepunyaan BP Batam.

”Bukan punya kami itu. Memang brandingnya KPLP, tapi itu milik BP Batam,” kata dia, Senin (7/10/2019).

Erik menyebutkan, kapal tersebut dulu sempat diperbantukan dari BP Batam. Untuk nakhoda kapal dari KPLP sedangkan kru dari mereka.

Namun, 2018 lalu, pihaknya meminta berpisah dari BP Batam. Setelah keluarnya Pera-turan Menteri Perhubungan Nomor 93 Tahun 2019 tentang pembentukan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, pihaknya sudah tidak ada lagi hubungan seperti sebelumnya dengan BP Batam.

”Sekarang karena kami sudah berada di bawah kementerian langsung. Kapal seharga Rp 23 miliar tersebut dibiarkan bersandar seperti itu saja dan akhirnya karam,” terangnya.

Erik menyebutkan, dulu, pihaknya pernah meminta kapal tersebut dihibahkan kepada KPLP namun tidak disetujui.

Setelah berpisah dari BP Batam, kapal tidak difungsikan lagi.

”Saya kurang tahu. Yang jelas itu bukan kapal kami. Memang masih ada nama KPLP di kapal tapi itu tanggung jawab BP Batam sebagai pemilik,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya memang banyak yang mengira itu kapal milik KPLP karena masih ada label KPLP di kapal tersebut.

Namun karena sekarang keadaanya sudah karam, pihaknya juga terkena imbas.

”Sudah dari dulu di situ. Itu bukan punya kami jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa terkait kondisi kapal saat ini,” ujarnya.

“Lebih baik ke BP Batam saja konfirmasinya biar lebih jelas,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, saat dihubungi Batam Pos mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kapal tersebut.

Namun, ia menyebut sudah menyampaikan terkait kapal karam itu kepada unit pelabuhan terkait.

 

Foto : Dalil Harahap/Batam Pos