Tim satgas F1QR (Fleet One Quick Response) Koarmada I yang terdiri dari tim gabungan Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam untuk kelima kalinya kembali menggagalkan penyelundupan baby lobster dari Batam yang hendak diselundupkan ke Singapura, Jumat (4/10).

Baby lobster sebanyak 75.353 ekor yang dikemas dalam 20 coolboks styrofoam tersebut diangkut menggunakan speedboat bermesin 200 PK dengan dua mesin.

Upaya menggagalkan penyelundupan puluhan ribu ekor baby lobster ke Singapura, menurut Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama Arsyad Abdullah, berawal dari informasi di lapangan oleh tim TNI AL.

Dari info tersebut, tim satgas gabungan F1QR langsung bergerak menuju titik sasaran dan segera menyekat dan membagi sektor yang hendak digunakan sebagai jalur penyelundupan baby lobster.

“Pengejaran dilakukan saat terlihat speedboat yang tim perkirakan bermesih 200 PK yang berkecepatan tinggi dari arah Pulau Pasai menuju ke ara Pulau Teluk Bakau. Kebetulan kapal patroli yang tim satgas F1QR kalau jauh kecepatannya yang hanya 80 PK, dibandingkan kapal penyelundup yang mencapai 200 PK. Makanya penyelundup tersebut memilih kabur,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (5/10).

Tak lama, tim satgas gabungan F1QR mencoba menyisir perairan Selat Kelelawar hingga ke Perairan Pulau Tumbar. Dari penyisiran itulah tim satgas gabungan F1QR mendapati 14 coolboks styrofoam yang berisi baby lobster dalam keadaan utuh dan 6 coolboks styrofoam dalam kondisi bungkusan plastik baby lobster sudah pecah.

Selanjutnya tim satgas gabungan F1QR mengamankan 20 coolboks styrofoam berisi baby lobster tersebut ke Lanal Batam untuk diproses lebih lanjut. Dalam melakuan proses temuan tersebut, Lanal Batam berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) untuk dilakukan pencacahan baby lobster di stasiun BKIPM Batam.

Dari hasil rincian, baby lobster jenis pasir sebanyak 13 coolboks berisi 73.630 ekor, jenis mutiara sebanyak 1 coolboks sebanyak 1.703 ekor.

“Dari estimasi jumlah baby lobster yang bisa diselamatkan itu sebanyak 13 coolboks atau 345 kantong baby lobster. Sedangkan jenis baby lobster mutiara sebanyak 1 coolboks atau sebanyak 17 kantong baby lobster. Kalau ditotal atau dinominalkan jumlahnya mencapai total Rp 11,4 miliar lebih,” terang laksamana bintang 1 di Lantamal IV ini.

Sementara Komandan Lanal Batam, Kolonel pelaut Alan Dahlan menegaskan, selama 10 bulan di tahun ini tim dari Lanal Batam sudah lima kali ini mengagalkan penyelundupan baby lobster.

“Kalau ditotal itu, kami dari Lanal Batam mampu melakukan pencegahan penyelundupan baby lobster yang kalau ditotal, tim sudah menyelematkan kerugian negara sebesar Rp 120 miliar lebih atau mampu menggagalkan penyelundupan baby lobster sebanyak 790 ribu ekor lebih,” tegasnya.

Selama dua hari berturut-turu, tim dari Lanal Batam sendiri mapu mencegah penyelundupan baik itu baby lobster maupun narkoba jenis sabu-sabu yang dibawa dari luar negeri masuk ke Batam sebanyak puluhan kilogram.

“Tangkapan selama dua hari berturut-turut ini merupakan hadiah HUT ke-74 TNI. Kami bangga dan bersyukur memiliki tim yang sangat teruji dan mampu menggagalkan penyelundupan yang bermuara pada pencegahan kerugian negara,” tegasnya mengakhiri.

 

Foto : Dalil Harahap/batam Pos