Enam bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau sukses mewujudkan mimpinya Batam memiliki Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Pasar yang berlokasi di ruko Grand Niaga Mas Batam Center ini, diresmikan oleh Dirjen Deputi Pelayanan Publik Menpan RB Prof Dr Diah Natalisha Mba bersama Walikota Batam Muhammad Rudi dan Sekdirjen PKTN Ir. Chhandrini Mestika Dewi Msi, Sabtu (21/9/19).

Pasar yang diharapkan menjadi barometer dan pengendali harga Sembako di Batam, sekaligus melengkapi dua mahakarya Gustian Riau selama menjabat Kepala Dinas di Batam. Pertama pembangunan Mal Pelayan Publik (MPP) pada 20 September 2018 lalu, dan terkini Pasar TPID Kota Batam yang didukung oleh Assosiasi Distributor Bahan Pokok (ADBP) Batam.

“Tahun lalu kita resmikan MPP, tahun ini kita resmikan pasar TPID,” kata Gustian Riau kemarin.

Ditempat yang sama, Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan pasar ini dibentuk untuk mengontrol harga agar sembilan bahan pokok ini terkontrol sama oleh pemerintah. Jika terkontrol, maka masyarakat dilevel bawah ini terjangkau.

“NantiĀ  Disperindag yang mengawasi. Saya kira ini TPID resminya. Yang tidak resminya sebelumnya sudah jalan. Sejak 2017 seluruh distributor mereka sudah sepakat. Resminya hari ini,” ujar Rudi.

Menurut HM Rudi, pasar TPID di pertokoan grand Niaga Mas, tempatnya ini tidak disewa. Sehingga menurutnya menjadi pertimbangan kepastian harga yang lebih murah ketimbang menyewa tempat.

“Mudah-mudah dengan tidak sewa, saya kira sudah membantu kita semua. Serta posisi yang beda di Batam Kota. Di Sekupang sudah ada, sudah kita bangun satu pasar masih berjalan. Di Sei Beduk sudah di bangun. Induknya nanti sementara di sini,” tutupnya.

Pemberdayaan Konsumen Dirjen PKTN Nina Mora, SE, mengatakan diresmikannya pasar TPID Kota Batam tentu saja sangat membanggakan. Serta bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Keberadaan pasar TPID ini benar-benar memperhatikan esensi kehidupan bermasyarakat. Tadi pak Wali Kota menjelaskan ada 300.000 penduduk kota Batam yang perlu perhatian,”ujarnya.

Dikatakan, hadirnya pasar TPID di Kota Batam, ialah bentuk kepedulian pemerintah berkolaborasi dengan swasta. Dalam hal ini asosiasi distributor sembilan bahan pokok.

Sementara itu, Dirjen Deputi Pelayanan Publik Menpan RB Prof Dr Diah Natalisha mengatakan bahwa inilah yang harus dikedepankan. Karena pemerintah tidak bisa sendiri untuk membahagiakan rakyatnya. Dengan bantuan berbagai stakeholder, termasuk hari ini kolaborasi dengan pihak swasta mau berkorban untuk berbagi dengan masyarakat di kota Batam ini.

Lebih lanjut, Diah Natalisha mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pasar TPID. Serta berharap dengan terobosan ini, yang merasakan kedepannya adalah masyarakat itu sendiri.

“Pak Wali Kota perlu mengatur bagaimana tindak lanjut pasar TPID ini apakah sudah sesuai dengan kebutuhan daripada beberapa pihak yang berkolaborasi tadi.Kami berharap pasar model ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” terangnya.

Menurutnya, Pemko Batam memiliki kepedulian yang sangat tinggi. Dengan meresmikan Pasar TPID, sehingga Investasi akan masuk. Artinya, kata Diah Natalisha kehadiran negara itu seperti apa.

“Dengan kepedulian seperti ini masyarakat akan semakin percaya kepada pemerintah. Insya Allah akan memberikan kepeduliannya,” imbaunya.

 

Foto dan Teks : Dalil Harahap/Batam Pos