Delapan remaja diamankan Polsek Batuaji karena melakukan pemalakan dan perampasan sepeda motor warga dengan menggunakan senjata tajam.

Mereka adalah MS,19, AJ,19, HS,18, A,20, DK,19, Fr,17, Ag, 17 dan Mf, 17.

Komplotan ini dibekuk saat berkumpul di salah satu ruko di daerah Simpang Tobing, Senin (2/9/201) dini hari lalu.

“Mereka adalah komplotan pelaku pemalakan dan perampasan sepeda motor yang dikendari dua pemuda di depan perumahan Senawangi, Sabtu (1/9) malam lalu,” kata  Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Kamis (5/9/2019).

Komplotan itu kata dia, beraksi saat dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Mereka mengancam korban dengan sebilah celurit, sehingga kedua korban kabur meninggalkan sepeda motor di lokasi kejadian.

“Sepeda motor, ponsel dan helm kedua korban dibawa kabur oleh komplotan remaja ini ke daerah Seitemiang,” jelasnya.

Keesokan harinya lanjutnya, mereka menjual sepeda motor Yamaha Mio Soul GT hasil rampasan ke seseorang pembeli di Tanjunguncang seharga Rp 1 juta.

“Uang hasil penjualan dipakai untuk membeli minuman keras dan bersenang-senang,” jelasnya.

“Komplotan ini sebenarnya ada 13 orang, namun lima orang lain kabur dan masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Syafruddin mengatakan, mereka beraksi secara berkelompok dan sering mabuk-mabukan.

“Mereka ini pemain lama yang sangat meresahkan warga, ini akan terus kami dalami termasuk mencari barang bukti dan korban lain,” paparnya.

Menurutnya, rata-rta para pelaku sudah putus sekolah dan hanya satu dari para pelaku yang masih berstatus sebagai siswa.

“Kerjanya mabuk terus tiap malam, dari mana mereka dapat uang kalau bukan dari cara-cara seperti ini (melakukan pemalakan dan perampasan,red),” ujarnya.

“Ini yang masih kami cari tahu terus karena mereka mengaku baru sekali itu,” tambahnya.

Para remaja itu pun mengakui perbuatannya, namun mereka mengelak jika disebut sering memalak warga.

“Nggak pak. Baru sekali ini karena ramai-ramai saja,” ujar mereka hampir bersamaan.

Atas perbuatan tersebut, delapan pelaku pencurian dan kekerasan ini dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara

 

Foto dan Teks : Dalil Harahap/Batam Pos