Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Batam terus berbenah untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing dengan dunia kerja. Satu yang sedang fokus dipersiapkan saat ini adalah sertifikasi profesi siswa. Siswa tamatan SMKN I akan dibekali dengan sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi ini dilakukan di sekolah sendiri dalam sebuah wadah yang disebut Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMKN I Batam. LSP SMKN I sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015 lalu namun masih terbatas di dua jurusan yakni teknik komputer dan jaringan (TKJ) serta teknik mesin. Tahun ini ruang lingkup bidang sertifikasi berhasil ditambah empat lagi diantaranya; teknik mekatronika, otomasi industri, pengelasan dan elektronika industri. “Semua bidang keahlian sudah ada. Insyallah sekitar 450 an siswa akan mengikuti proses sertifikasi tahun ini,” ujar direktur LSP SMKN I Batam Zulfahmi N, Kamis (15/8).

LSP SMKN I Batam terang Zulfahmi, merupakan lembaga sertifikasi yang resmi dibawa naungan BNSP. LSP SMK seperti ini baru tiga sekolah di Kepri dan SMKN I Batam sebagai pelopor, sehingga Direktorat Pembinaan SMK juga memberikan mandat agar SMKN I Batam mengajak dan membimbing SMK lain untuk membentuk LSP di sekolah masing-masing. “Karena LSP ini salah satu terobosan dari program revitalisasi SMK. Semua SMK seharusnya punya LSP. Kami diberi mandat untuk mengajak dan membimbing SMK lain untuk dirikan LSP di sekolah masing-masing. Anak-anak yang tamat harus punya sertifikasi sehingga bisa bersaing di dunia kerja,” tuturnya.

Selain itu LSP SMKN I Batam yang pertama merintis LSP SMK di Kepri ini juga menerima titipan sertifikasi dari SMK lain. Dalam arti bahwa siswa dari SMK lain bisa disertifikasi oleh LSP SMKN I asalkan sesuai dengan bidang sertifikasi yang tersedia. “Kita punya asesor yang handal dari berbagai sekolah dan lembaga sertifikasi yang handal. Siswa sekolah lain bisa bergabung ke LSP kami. Nanti penilaian tetap di BNSP,” ujar Zulfahmi.

Kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya Suroso menambahkan, sertifikasi siswa tamatan SMK adalah sebuah keharusan saat ini sebab sudah masuk dalam program revitalisasi SMK yang tertuang dalam Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang penguatan SMK. Untuk itu kepada sekolah lain yang belum memiliki LSP segera mendirikan LSP dan LSP SMKN I siap mendamping. “Begitu juga untuk sertifikasi siswa bisa koordinasi dengan kami sehingga disertifikasi melalui LSP yang sudah ada ini,” imbau Lea