Bayi kembar yang baru lahir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kos yang berada di Perumahan Permata Puri I, Kelurahan Buliang, Batuaji, Selasa (14/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dua bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini diduga sengaja dibiarkan oleh Nk, ibu kandungnya usai melahirkan karena malu sang ayah tak mau bertanggung jawab.

Nk kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam dan dalam pengawasan jajaran Polsek Batuaji. Sementara, dua bayi naas tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk ditindaklanjuti.

Informasi yang didapat, Nk melahirkan dua bayinya, Selasa (14/5) pagi. Bayi pertama lahir sekitar pukul 10.00 WIB dan bayi kedua sejam kemudian. Belum diketahui secara pasti apakah kondisi dua bayi saat dilahirkan hidup atau sudah meninggal dunia, sebab Nk sendiri tak bisa memastikannya.

Jenazah dua bayi itu ditemukan di tempat berbeda. Satu dalam kamar kos bersama ibunya dalam posisi terbungkus kain. Satu lagi di kamar mandi yang diletakkan dalam ember.

Awal mula terkuak, warga mengira hanya satu bayi yang dilahirkan sehingga bayi yang pertama kali ditemukan dalam kamar kos ibunya langsung dibawa ke RSUD. Saat ditangani pihak medis di RSUD, diketahui bayi itu tidak sendirian alias kembar sehingga polisi kembali menggeledah kamar kos Nk. Dari penggeledahan itu, kembali ditemukan satu bayi dalam ember di kamar mandi.

Kepada polisi, Nk mengaku tidak tahu persis apakah kedua bayi itu masih hidup atau sudah mati saat dilahirkan.

Yang pasti menurutnya, tak ada tangisan bayi saat dilahirkan, sehingga dia bergegas memotong tali pusar. Kedua bayi itu diletakan begitu saja dalam kamarnya sebelum akhirnya dia jatuh pingsan. Dia sadar sudah menjelang malam sehingga hanya membawa satu bayi yang terbungkus kain ke kamar mandi. Sementara satu lagi dibiarkan di dalam kamar karena dia sudah terkulai lemas.

Kejadian itu terkuak ketika Mi, penghuni kos lain yang baru pulang kerja di Mukakuning berusaha mencari Nk. Sebab, beberapa kali dipanggil Nk tak merespons. Mi mencoba mengintip dari jendela kamar dan melihat Nk terbaring tak berdaya dan di sampingnya ada bayi yang terbungkus kain tadi.

Temuan itu langsung disampaikan ke RT/RW setempat, yang kemudian di lanjutkan ke Mapolsek Batuaji. Menurut Mi, Nk selama ini dikenal pribadi yang pendiam dan tertutup. Dia juga diketahui menjalin hubungan dekat dengan seorang pria berinisial Rp.

Terkait masa kehamilan Nk, Mi dan empat penghuni lain mengaku tak tahu sebab selama ini Nk selalu tertutup.

”Perutnya memang agak besar. Kami tanya katanya penyakit mag dia,” ujar Mi.

Hal senada diakui tetangga-tetangga sekitar yang mengaku perut Nk selama ini agak membesar seperti orang hamil, namun mereka tak curiga sebab saat ditanya Nk selalu berkilah kalau dia memiliki riwayat penyakit di bagian perut.

”Pernah dia belanja di warung saya ini. Saya tanya kok besar dek perutmu. Katanya ada penyakit di bagian perutnya,” kata seorang ibu yang tak mau menyebutkan namanya.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe membenarkan kejadian itu. Korban bayi kembar sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk ditindaklanjuti. Sementara ibu bayi tersebut masih dirawat di RSUD Embung Fatimah.

”Bayinya sudah meninggal saat ditemukan. Untuk kepastian masih tunggu hasil visum. Ibu dua bayi itu sudah diamankan tapi sementara masih dirawat di rumah sakit, belum pulih dia setelah melahirkan,” ujar Dalimunthe.

Kesimpulan sementara, kata Dalimunthe, Nk diduga malu sehingga menutupi masa kehamilan hingga proses melahirkan dari orang lain. Nk hamil dari seorang pria berinisial Rp. Namun, Rp sendiri diinformasikan sudah lama pergi meninggalkan Nk.

”Ini masih dugaan semua. Bisa saja bayi itu meninggal karena tak dirawat setelah dilahirkan. Dia (Nk) sudah lemas duluan sebelum mengurus bayinya. Tapi pastinya nanti tunggu hasil visum,” ujar Dalimunthe. ***

Foto dan Teks : Dalil Harahap/Batam Pos