Penipuan lowongan kerja kembali terjadi. Kali ini dialami sekitar 50-an pencari kerja (pencaker) yang biasa mencari lowongan kerja di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning. Mereka diperdaya oleh seorang wanita berinisial Ds, yang mengaku bisa mempekerjakan mereka di salah satu perusahaan elektronik di Mukakuning.

Ds yang belakangan diketahui tinggal di perumahan Puskopkar, Batuaji ini, memungut biaya Rp 1 juta dari setiap pencaker yang mau bekerja di perusahaan yang dijanjikannya. Usai menerima uang dari para korban, pelaku berpura-pura menjanjikan waktu dan tempat untuk sesi wawancara dan medical check up. Namun itu hanya modus untuk mendapatkan korban lebih banyak lagi.

Janji wawancara dan medical check up tak kunjung terlaksana hingga akhir Maret lalu sehingga, Rabu (3/4), sekitar 50 korban pertama yang transaksi di bulan Januari mendatangi rumah kediaman Ds di Perumahan Puskopkar untuk meminta kembali uang Rp 1 juta yang sudah diterima Ds. “Kami kesana dia tak mau buka pintu. Dia malah nantang kami buat laporan ke polisi,” kata Nita, seorang korban.

Mendapat jawaban yang tak enak itu, Nita dan puluhan korban lainnya langsung bergerak ke Mapolsek Batuaji untuk membuat laporan. Mereka berharap agar polisi segera mengusut aksi penipuan lowongan kerja tersebut.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe saat dikonfirmasi mengaku masih mendalami laporan tersebut. Jika terbukti memenuhi unsur penipuan, pihaknya akan segera bertindak untuk mengamankan terduga pelaku atau terlapor.

Teks dan Foto : Dalil Harahap/Batam Pos