Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan memimpin rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Fitri Suryati alias Yui Wewei, di rumahnya sendiri, Kompleks YKB Blok F nomor 9, Rt 02 Rw, 11, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong.

Pembunuhan itu sendiri terjadi pada 11 Februari 2019 lalu. Rekonstruksi ini diperagakan oleh tersangka Yuda Lesmana dengan dihadiri oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Batam, Rosmarlina serta disaksikan keluarga dan kerabat dekat korban, di Polresta Barelang.

Tersangka memperagakan 17 adegan selama pembunuhan. Mulai dari ia memantau rumah korban, ke rumah korban, korban membuka pintu, mecekik korban hingga pembunuhan korban dengan cara yang sadis. Setelah itu, Yuda langsung melarikan diri.

“Adegan yang diperagakan itu rangkaian dari keterangan tersangka saat pemeriksaan dan untuk melengkapi berkas. Sehingga berkasnya nanti tidak bolak balik lagi ke Jaksa,” ujar Andri usai rekontruksi.

Dalam rekonstruksi itu, sambung Andri, adegan yang menghilangkan nyawa korban terdapat dalam adegan 12. Dimana, pada adegan 10 Yuda mencekik korban hingga korban lemas. Setelah melihat korban lemas, Yuda kemudian membawa korban ke dalam kamar dan mengikat tangan korban dengan kabel charger handphone.

Melihat korban yang sudah tak berdaya, pada adegan 11 tersangka kemudian mengambil barang-barang korban seperti laptop, ponsel dan CCTv untuk menghilangkan jejak pembunuhan. Kemudian pada adegan ke 12, korban sadar dan mencoba teriak untuk meminta tolong.

Saat meminta tolong itu, kemudian Yuda kembali menghampiri korban dan menusuk bagian leher korban secara membabi buta. Akibatnya, korban banyak kehabisan darah dan meninggal di tempat.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali hasil rekonstruksi yang digelar kemarin. Untuk sementara dari hasil pemeriksaan, tersangka membunuh Fitri seorang diri.

“Belum ada perubahan pasal. Tersangka tetap kita jerat dengan pasal 340 Jo Pasal 365 dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

Pantauan Batam Pos, dalam rekonstruksi itu keluarga korban tampak emosi melihat pelaku. Rekonstruksi sempat dihentikan beberapa saat karena pihak keluarga tidak bisa mengontrol emosi mereka. Terutama dengan ayah korban, Mang Ie alias Erwan Rahmad. Dimana, pada saat itu Yuda Lesmana sempat berbicara kepadanya untuk membeli gas sebanyak 15 tabung.

Teks dan Foto : Dalil Harahap/Batam Pos