Jajaran Polsek Sagulung bekuk komplotan penjual madu palsu. Mereka adalah St, SM dan Sp yang berhasil memperdayai salah satu pemilik kios di Sagulung dengan meraup keuntungan mencapai Rp 26 juta rupiah.

Ketiga pelaku memperdayai korban dengan dua jerigen cairan yang sebagian besar berisikan larutan gula cair. Kepada korban ketiga pelaku mengaku cairan itu merupakan madu asli dari Aceh.

“Mulanya mereka bikin skenario untuk meyakinkan korban,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko, Rabu (30/1/2019).

Dalam skenario itu, Sm dan Sp pura-pura datang bawa dua jerigen madu dekat kios korban. Setelah itu St pura-pura mendekat dan membeli beberapa botol cairan tadi dengan harga Rp 300 ribu perbotol. Melihat itu sang pemilik kios mencoba bertanya sehingga diperdayai habis-habisan oleh Sm dan Sp.

“Setelah merasa korban yakin, pelaku-pelaku ini lantas menitipkan dua jerigen cairan ini ke kios korban dengan meminta uang Rp 26 juta terlebih dahulu untuk harga cairan itu,” ujar Dwihatmoko.

Setelah kedua pelaku pergi, korban sadar bahwa dia sudah tertipu sehingga melapor ke Mapolsek Sagulung.

“Dari laporan itu kami lakukan pengembangan dan tangkap tiga pelaku ini,” tutur Kapolsek lagi.

Ketiga pelaku mengakui perbuatan mereka itu. Mereka lakukan penipuan karena sudah lama menganggur. “Ada madunya pak cuman sedikit. Yang banyak cairan gula,” kata Sm.

Meskipun tertangkap sebagai pelaku penipuan dan penjual masu palsu ketiganya mengelak jika pemain lama yang sering mengedarkan madu palsu di Batam.

“Baru pertama kali ini pak. Itupun terpaksa karena tak kerja lagi kami,” ujar Sp.

Atas perbuatan tersebut ketiganya dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancama empat tahun penjara.

Foto  dan Teks : Dalil Harahap/Batam Pos