Delapan tersangka korupsi proyek Pasar Modern Natuna, dilimpahkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Kamis (29/11). Delapan tersangka yakni M. Assegaf, Minwardi, Lukman Hadi, M. Basyir, Z Herry, Dimas, Duwi dan Nursyamsi langsung dijeboskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang oleh Kejati Kepri.

Diketahui Pasar Modern Natuna dibangun menggunakan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Natuna tahun 2015 senilai Rp36 miliar. Namun anggaran pelaksanaannya diduga telah dikorupsi. Dugaan tersebut bermula dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendapati adanya kelebihan bayar mencapai Rp4 miliar dari anggaran senilai Rp36 miliar tersebut.
Dari kelebihan bayar itu, telah dikembalikan sebagian oleh sembilan orang yang terdiri dari sejumlah pejabat Natuna dan sejumlah kontraktor. Namun masih tersisa sekitar Rp1,8 miliar yang belum dikembalikan. Hal tersebut menjadi salah satu alat bukti penyidik Polda Kepri untuk melakukan penyelidikan dan menetapkan sembilan orang sebagai tersangka atas kerugian negara tersebut.
Sembilan tersangka dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Teks & Foto : Yusnadi Nazar/Batam Pos