Terdakwa pembunuhan, Nasrun dicaci maki keluarga korban Supartini usai menjalani sidang agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (21/11). Terdakwa nyaris dihajar belasan keluarga korban yang hadir saat persidangan. Beruntung, aksi massa tersebut dapat digagalkan petugas kepolisian yang mengawal jalannya sidang.

Pihak keluarganya berharap terdakwa Nasrun dihukum mati atas perbuatannya yang membunuh Supartini secara keji dan sadis. “Biarkan proses hukum berjalan, berikan hukuman yang seberat-beratnya” katanya singkat.

Seperti diketahui, setelah melakukan pembunuhan di area perkebunan jalan TPA Ganet, Nasrun diketahui akan melarikan diri ke kampung halamannya. Namun polisi berhasil menciduknya di Batu 15 Tanjungpinang. Berdasarkan pemeriksaan dan barang bukti, Nasrun ditetapkan polisi sebagai pelaku pembunuhan Supartini. Pelaku mengaku menghabisi janda beranak satu tersebut seorang diri dan beralibi korban minta segera dibunuh karena malu telah hamil di luar nikah. Dua hari setelah pembunuhan sadis tersebut, mayat korban ditemukan warga mengapung di sungai jembatan Sei Wacopek dengan kondisi yang menggenaskan.

Atas perbuatannya, Nasrun didakwa pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun dan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

FOTO & TEKS : Yusnadi Nazar/Batam Pos